Obsession *Part 2*

Obsession

By, L O V E

 

Main cast :

  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim Myungsoo ( INFINITE )

Minor cast :

  • Wu Kris ( EXO-m )
  • Park Jiyeon ( T-ARA )

Genre : Romance

Length : chapter

Poster by Babymiu

I’ve never been like this before, that’s right

 Girls are just girls, they weren’t that special to me

 I’m a prideful, strong, manly, tough guy

 But when I see you, I am trembling

Myungsoo memandangi langit-langit kamarnya sambil membayangkan wajah tersenyum suzy.

“Karena dia bae suzy..”, gumannya saat mengingat pertanyaan woohyun tadi siang.

Bae suzy yang sudah berhasil menghancurkan benteng kesombongan dan kedinginnya. Bae suzy yang dengan sangat mudahnya membuat dia jatuh cinta seperti orang bodoh. Bae suzy yang berhasil menyihirnya hanya dengan sebuah senyuman. Bae suzy yang mampu membuatnya gemetar dan bertekuk lutut.

“Yah,, karena dia bae suzy..”, gumannya lagi.

“Kenapa Tuhan menciptakanmu begitu sempurna suzy-ah??”, Tanya pada dirinya sendiri sambil tersenyum.

“Aku berharap Tuhan menciptakanmu untukku.”

Tiba ponselnya berbunyi membuyarkan lamunannya.

“What you want?!”

“……”

“Aku ada di rumahku sekarang dan aku yakin ibuku tidak akan membiarkanku kesana sekarang.”

“……”

“iya! Aku kesana sekarang”, jawab myungsoo kesal

*******

“Unniieee, aku boleh pergi yaa?”, mohon suzy pada kakaknya sunye.

“TIDAK!”

“Wae?? Aku sudah cukup umur untuk masuk kesitu. Lagian aku sama kris oppa”, balas suzy sambil cemberut.

“Sampai umur berapa pun kamu, club tidak akan akan pernah baik untukmu!”

“Tapi unnie, aku benar-benar ingin pergi. Aku penasaran. Aku yakin kris oppa akan menjagaku. Teman-temanku juga pergi kesana”, kata suzy semakin memohon.

“TIDAK!! Dan tidak semua rasa penasaran harus kamu turuti”, jawab sunye tegas.

“Unniiiieeeeee……….”

“Sekali tidak tetap tidak!”

“Unniiieeeee, bagaimana kalau temanku berfikir aku tidak gaul?”

“Gaul tidak mesti harus pergi ke club.”

“Tapiii unniiieeee…”

Sunye hanya menghela nafas. Ini kesekian kalinya suzy memohon ijin untuk pergi ke club. Dia yakin kali ini suzy tidak akan menyerah.

“Unniiieeeee.. Plleeeeaaseee.. Pretty please. Pakai strobery dan krim diatasnya”, mohon suzy sambil tersenyum cute.

“Okey”, kata sunye sambil menghela nafas.

“YYeeeeeyyyyyy”

“Tapi dengan kondisi”

“Apa? Apapun akan aku turuti.”, kata suzy semangat.

“Unnie ikut dan no alcohol ”

“Waaeee?? Unnie, I not baby anymore! I don’t need baby sitter!”

“Tidak pergi atau unnie ikut??”

“Aaarrgggg, Okey!”

**********

“Yo. Kim Myungsoo..”, Sapa woohyun ketika melihat myunsoo datang. “Kirain kau tidak akan datang dan berubah jadi anak mami”, Ledeknya kepada myungsoo.

Myungsoo tidak menjawab hanya memandangnya sinis.

“Seharusnya kau berterima kasih padaku. Aku menyelamatkanmu dari kebosanan”, oceh woohyun.

“Sebaliknya aku malah ingin membunuhmu”, jawab myungsoo cuek.

“Liat sekelilingmu. Banyak gadis, aku yakin kau dapat memikat mereka dengan mudah. Menarik bukan?”, oceh woohyun lagi.

“Always Same. Musik yang kencang, minuman, dan gadis. Nothing special about this place”, jawab myungsoo lagi.

“Yah setidaknya tempat ini lebih menarik daripada kepalamu yang isinya cuman bae suzy”, balas woohyun.

Myungsoo tidak membalas kata-kata woohyun lagi. Dia memandangi sekelilingnya dan tidak sengaja melihat kris dengan teman-temannya. Dia tahu suzy tidak bersamanya. Myungsoo tahu kalau kakak suzy over protective dan sayang banget dengan suzy. Myungsoo tersenyum saat mengingat suzy. “I wish you were here”, bisiknya dengan dirinya sendiri sambil tersenyum.

Tiba-tiba myungsoo melihat suzy masuk dan menghampiri kris. “Wow, apakah ini kesempatanku?”, Tanya pada dirinya sendiri.

**********

“Op.. pa..” suzy memeluk kris dari belakang saat dia masuk ke club.

“Hey baby..”, balas kris sambil menghadap suzy dan memeluknya.

“Mana sunye noona?” Tanya kris pada suzy.

“Di sana”,”Unnie bahkan mengajak Jiyong oppa bersamanya, mereka pikir aku tidak bisa menjaga diriku sendiri”, jawab suzy sambil cemberut.

“Noona melakukan itu karena dia sangat sayang padamu”, jawab kris sambil tersenyum.

“Tapi aku sudah 22 tahun!”, kata suzy tetap cemberut.

“Iya, tapi kadang kamu tidak seperti 22 tahun..”, jawab kris lembut sambil mengacak-acak rambut suzy.

“Aahh.. Oppa sama aja kayak unnie..”, jawab suzy semakin cemberut. Kris hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya.

Tanpa sengaja kris melihat myungsoo memandangi suzy tapi myungsoo lansung membuang mukanya. Kris tahu ini bukan yang pertama kalinya myungsoo memandangi suzy, dan myungsoo bukan satu-satunya pria yang memandangi suzy. Kris juga tahu kalau banyak pria yang ingin diposisinya sekarang. Tapi ada satu hal yang berbeda dari myungsoo di banding pria-pria lain. Myungsoo benar-benar membuat kris tidak aman. Dan dia tidak tahu kenapa.

“Mungkin dia salah satu pengagum suzy”, guman kris pada dirinya sendiri.

*************

“Yo.. Stop memperhatikan pacar orang lain”, kata woohyun membuyarkan lamunan myungsoo.

“Aku rasa memperhatikan seseorang tidak dosa”

“Tapi yang kau perhatikan itu pacar orang”, kata woohyun lagi. Dia tahu seberapa dalam perasaan myungsoo pada suzy tapi apapun yang dilakukan atau akan dilakukan myungsoo tetap tidak baik.

“Myung-ah coba liat gadis itu. Cantik dan seksi”, kata woohyun mengalihkan perhatian myungsoo.

“Tidak tertarik!”

“Atau kau suka yang cute. Bagaimana dengan yang itu? Aku pikir dia cute”

“Aku hanya mau sama yang itu”, kata myungsoo sambil menunjuk kearah suzy. Bagaimana? Kau bisa kenalkan padaku?

Woohyun hanya memutar matanya tanpa menjawab pertanyaan myungsoo.

“Suzy-ah sudah waktunya kita pulang”, kata sunye pada suzy.

“Unniie, bentar lagi aja. Kitakan baru sebentar disini”, jawab suzy mencoba membujuk kakaknya.

“Kan katanya kamu penasaran. Sekarang kamu sudah kesini berarti sudah tidak penasaran lagikan?

“Aahh.. Okey. Tapi aku mau ke toilet dulu”

“Oke. Hati-hati atau mau unnie temanin?”, Tanya sunye.

“Unnie, aku bukan anak kecil lagi dan lagian aku mau ke toilet bukan ke kandang harimau”, jawab suzy sambil melangkah pergi.

“Tapi kamu harus tetap hati-hati. Terkadang toilet bisa berubah menjadi kandang harimau”, teriak sunye sambil tersenyum.

Saat hendak belok ke toilet suzy menabrak seseorang, tanpa dia sadari hpnya terjatuh.

********

“Myungsoooo!!!!!! Bangun!!!!” teriak ibunya. “Ibu sudah bilang jangan pergi ke club. Tapi kamu tetap saja tidak dengar!”

“Eh myungsoo bangun! Kau harus temenin anak teman ibu. Ibu  sudah janji kalau kau bakal temenin anaknya”, kata mamanya sembari mengoyang-goyang tubuh myungsoo.

“Arrrgggg,, ibu yang janji jadi ibu saja yang pergi”, erang myungsoo sambil menarik selimut dan menutupi tubunya.

“Ibu tidak mau tau. Pokoknya kau harus temanin jiyeon!”

“Who is jiyeon?”

“Yah!! Dia anak teman ibu yang kemarin ibu kenalkan!’, kata ibu myungsoo sambil memukulnya ringan.

‘Owh…”

“Bukan ‘owh’ tapi buruan bangun. Cepat mandi dan jemput jiyeon!”, kata ibunya myungsoo mulai tidak sabar.

“Kenapa dia tidak pergi sendiri saja?”, Tanya myungsoo sedikit kesal.

“Dia baru pulang dari Amerika. Ibu pikir dia pasti sedikit asing”, jawab ibu myungsoo.

“Kan dia bisa sendiri. tinggal berikan supir dan peta, aku yakin dia tidak akan kesasar!”

“Pokoknya ibu tidak mau tau kau harus menemaninya”, kata ibunya sambil menutup pintu kamarnya.

***************

“Kau mau kemana lagi?”, Tanya myungsoo pada jiyeon.

“……”

“Kalau kamu ditanya setidaknya jawab.” Kata myungsoo sesdikit kesal. “Bagaimana kalau kita makan siang dulu. Kamu juga laparkan?

“Oke”, kata jiyeon sambil menunduk. Jiyeon bukan tipe orang yang supel dan pintar bergaul. Dia sedikit kaku dengan orang yang baru dikenalnya terutama lawan jenis. Ibunya memaksanya ergi dengan myungsoo.

“Kamu makan apa?”, Tanya myungsoo lagi.

“apa saja boleh”

‘Oke, kita makan pizza aja”, kata myungsoo sambil jalan ke tempat makan. Saat hendak masuk, myungsoo melihat sosok yang dia kenal menuju pintu keluar. Kris, tapi dia tdak bersama suzy . Saat hendak berpapasan dengan kris, “Kris oppa?”, kata jiyeon.

Myungsoo melihat ekspres jiyeon dan kris. “Kadang dunia terasa kecil dan aku meyukainya”, kata myungsoo dalam hati sambil tersenyum.

~T B C~

AN : Maaf baru bisa post sekarang, seharusnya di post minggu lalu tapi baru sempat sekarang. Terima kasih buat jejak-jejak kalian di part sebelumnya. Maaf kalau part ini ngeboringin.😦

Jangan lupa tinggalkan jejak ya… ^^V

Pengen buat cerita yang mainnya Fei.. tapi bingung siapa yang jadi pasangannya.. ada masukan??

*jgn anak JYPE. Cuman ngeship Khunhee di JYPE* hehehe

Obsession *Part 1*

Obsession 

By, L O V E

Main cast :

  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim Myungsoo ( INFINITE )

Minor cast :

  • Wu Kris ( EXO-m )
  • Park Jiyeon ( T-ARA )

Genre : Romance

Length : chapter

Poster by  Babymiu

You are overflowing, as you’ve always been to me

 As your scars increase, my love for you increases

 Please come to me, cus I love your smile

 cus I want to make you comfortable

 At least for me to you

“Puas??”, Kata woohyun yang tiba-tiba muncul di belakangku.

“Hmm??”

“Puas hanya memandanginya lagi??”, Tanyanya lagi

Aku hanya diam.

“Sampai kapan myung-ah??” Tanyanya sedikit frustasi.

‘Mau??’ kataku tanpa menjawab pertanyaannya sambil menyodorkan kopi kaleng ditanganku.

Kim Myungsoo. Usia, 22 tahun. Tinggi, 180 cm. Berat, 62 Kg. Golongan darah, O. Kaya dan dingin. Status hubungan, Single.

“Kenapa kau begitu menyukainya??”

“I don’t know??”

“Myung-ah,, Tolong berhentilah.”, Kata woohyun benar-benar frustasi.

“I can’t”.

“Tapi dia SUDAH punya tunangan!”

“Mereka belum bertunangan”, Kataku malas.

“Tapi hubungan mereka sudah serius dan dalam”.

“Kita tidak tau apa-apa”.

Woohyun menghela nafas. Untuk kesekian kalinya dia dan myungsoo berdebat tentang hal ini.

“Tapi tolong berjanji kalau mereka tunangan, kamu harus berhenti”, Kata woohyun dengan nada memaksa.

“Aku bahkan lebih yakin kalau mereka tidak akan bertunangan”, Balasku

“Tolong berjanjilah!”

Aku hanya melihat woohyun tanpa berkata apa-apa.

“Aku harus pergi”, Kataku sambil bangkit.

“Kemana?”

“Pulang!”, Ibuku selalu meneleponku dan menyuruhku pulang ke rumah. Dia selalu bilang kalau ingin memperkenalkan putri temannya padaku.

“Oh,, itu myungkin bagus untukmu”, Kata woohyun

Myungsoo melangkah pergi tanpa berkata apa-apa.

********

Aku selalu senang melihat senyuman.

Tetaplah tersenyum, karena senyuman sangat cocok di wajahmu.

Cuaca di luar benar-benar panas. Jagalah kesehatanmu.

Jangan terlalu memaksa dirimu untuk diet.

Karena kamu sudah benar-benar sempurna.

Mataku selalu tertuju padamu.

“L”

Suzy membaca pesan yang di selipkan di lokernya. Ini yang kesekian kalinya. Dia tidak tau siapa yang mengirimnya. Kadang dia berfikir kalau pesan-pesan itu salah kirim.

‘Adakah orang menamai dirinya ‘L’?, Mungkin ga sih dia salah kirim?? Guman suzy.

Bae Suzy.  Usia, 20 tahun. Tinggi, 168 cm. Berat, 47 Kg. Golongan darah, AB. Manja dan kadang keras kepala. Status hubungan, berpacaran dengan Kris.

‘Baby! Buruan. Bukannya kamu mau ditemani belanja??, kata Kris setengah berteriak.

‘Okey,, tunggu sebentar lagi.’ Kata suzy sambil buru-buru menyimpan pesan itu.

‘Apa yang kamu baca??’ Tanya kris saat menghampiri suzy.

‘Ga ada’. Jawab tersenyum sambil menarik Kris, ‘Mari kita belanja!’.

 ‘Baby, aku selalu berfikir kenapa cewek doyan banget belanja?’ Canda kris.

‘Aku juga selalu berfikir kenapa cowok suka banget nonton bola?!’ Balas suzy sambil menjulurkan lidahnya dan di lanjut oleh gelak tawa mereka.

Wu Kris. Usia, 23 tahun. Tinggi 187. Berat, 67 Kg. Golongan darah, O. Perhatian dan romantic. Status hubungan, berpacaran dengan Bae Suzy.

 “Warna apapun cocok denganmu”, Kata kris manis sambil memeluk suzy dari belakang.

“I know”, Balas suzy sambil tersenyum.

“Kalau gitu buruan pilih, biar kita makan siang”. Kata kris lembut sambil mengacak-acak rambut suzy.

“Okey boss”, kata suzy bercanda sambil berjalan ke kasir.

“Oppa, kita mau makan dimana?”, Tanya suzy setelah membayar belanjaannya.

“Kamu mau makan apa?”, Tanya kris balik.

“Apa aja boleh.”, jawab suzy sambil tersenyum cute.

“Bagaimana kalau kita makan di resto jepang aja?

“Okey, kajja oppa.” Kata suzy sambil menarik kris.

*********

“Aku pulang!”, teriak Myungsoo.

“Aigoo.. Anak mama yang ganteng akhirnya pulang. Kebetulan sekali, teman mama dan putrinya sedang disini sekalian mau mama kenalkan denganmu”, kata umma myungsoo dengan semangat.

“Here we go again”, keluh myungsoo. Dia tidak membantah perkataan ummanya karena dia tahu itu percuma.

“Kenalkan, namanya Jiyeon. Park Jiyeon.”

“Hai. Nama ku Park Jiyeon”, jiyeon memperkenalkan dirinya sambil membungkuk.

Park Jiyeon. Usia, 21 tahun. Tinggi, 167 cm. Berat, 47 Kg. Golongan darah, AB. Baik dan sedikit pemalu. Status hubungan, Single.

“Hai”, kata myungsoo dingin.

“Jangan asal ‘hai’ saja! Perkenalkan dirimu”, kata mama myungsoo sambil memukul ringan lengannya.

“Myungsoo”.

“Dasar anak ini”, kata mamanya sambil geleng-geleng kepala.

********

“Oppa, aku mau es krim”, kata suzy manja setelah mereka selesai makan siang.

“Okey, mau rasa apa?”

“Coklat”, sambil tersenyum.

“Aigoo, my baby benar-benar cute!”, kata kris sambil mengacak-acak rambut suzy. Tapi, tumben hari ini kamu ga diet?, Tanya kris sedikit heran karena dia tahu pacar sangat over protektif dengan badannya.

“Tidak apa-apa oppa, aku hanya ingin merilexkan tubuhku dan member makan semua mahluk yang ada di perutku”, Jawab suzy sambil bercanda.

Jangan terlalu memaksa dirimu untuk diet. Karena kamu sudah benar-benar sempurna”. Suzy tersenyum setiap ingat kata itu.

~ T B C ~

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca.. hehehe😀

S O R R Y

“S O R R Y”

By. Love

 

Main Cast :

  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim Myungsoo ( INFINITE )

Genre : Sad

Length : Oneshot

Poster by Ananda-Yune

Baby I’m sorry,   I think I’ll hurt you again

 Baby I’m sorry.  After seeing you, I think I’m getting a bad heart

 I still want to hear that you love me

 I still don’t know myself too

 Baby I’m sorry

                Suara hujan terasa tidak terdengar, orang di sekitar seakan berhenti. Dunia seakan ikut berhenti saat aku melihat kamu tepat di depanku.. aku tidak tau apa yang harus ku lakukan. Berpura-pura tidak mengenalmukah? Atau menyapamu seperti teman lama?

                Dalam hatiku ingin berlari dan memelukmu bahkan aku ingin menjerit kalau aku merindukanmu. Aku ingin bertanya kenapa kamu bisa sampai kesini? Apa kamu datang khusus untuk mencariku? Atau ini hanya sebuah kebetulan yang akan menyakiti kita berdua?

                Aku memilih jadi pengecut. Aku memutuskan berjalan melaluimu. Berpura-pura tidak mengenalmu. Berpura-pura kalau kamu tidak berarti dalam hidupku. Berpura-pura kalau aku tidak merindukanmu. Aku yakin kamu sudah move on dengan gadis pilihan ibumu untuk jadi penggantiku. I’m sorry my love.

‘Hai baby’ sapamu sambil tersenyum  saat kamu duduk di hadapanku. Oh God aku kangen suara dan senyum itu.

‘Don’t baby me!’ ‘Apa yang kamu inginkan?’ balasku sinis.

 ‘Itu bukan kata yang tepat buat tunangan mu yang lama tidak kamu liat’ jawabnya sambil tersenyum.

‘Kamu bukan tunanganku!’ Kita sudah putus! Jawabku

‘Salah’ jawab dia hampir marah. ‘Putus adalah keputusan kedua belah pihak. Bukan berarti kita putus saat kamu meninggalkan surat sialan itu dengan mengatakan kalau kamu tidak mencintaiku lagi dan pergi!’ jawab dia sambil menahan emosinya.

‘Lalu apa yang kamu inginkan?’ Tanyaku lagi.

‘Kenapa kamu meninggalkanku?’ Tanyanya lagi

‘Aku sudah tidak mencintaimu lagi!’, ‘Puas?’ Jawabku mencoba meyakinkan dia.

‘Aku tidak percaya’ jawabnya.

‘Kamu harus!’

‘Apakah kamu benar-benar menyesal pernah bersamaku?’ tanyanya dengan nada memelas. ‘Apakah meninggalkanku membuatmu lebih bahagia?’

‘Myungsoo ah’ nama yang sudah lama tidak kuucapkan. Kenapa kamu disini?

‘Kenapa kamu meninggalkanku?’ Tanyanya depresi.

‘Aku tidak mencintaimu lagi’ jawabku

‘Tapi kamu sudah berjanji untuk selalu mencintaiku’

‘Dan aku melanggarnya!’

‘Kamu pasti bohong!’ Katanya sambil menahan suaranya.

‘No!’ Kataku tanpa ekspresi.

‘Aku ga bisa terima ini!’

‘Kamu harus!’ kataku sambil berdiri. ‘Aku pernah mencintaimu dulu dan sekarang tidak lagi. Kamu harus menerima itu dan move on!’ Kata-kataku seakan membunuh diriku sendiri.

‘Tapi….’ katanya

‘Senang bertemu denganmu Mr. Kim. Bye!’ Potongku sambil melangkah meninggalkannya.

‘Maafkan aku kalau aku meyakitimu lagi’ Gumanku dalam hati.

*******************

Sekarang aku di dalam kamarku. Menangis lagi. Menangis untuk orang bernama Kim Myungsoo. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku menangis. Mungkin aku menangis untuk kebodohanku. Mungkin aku menangis untuk kepengecutanku. Atau mungkin aku menangis untuk rasa kangen denganmu. Aku sendiri pun tidak tahu apa alasan ku menangis.

Dia mengingat 3 tahun yang lalu. Malam saat dia memutuskan untuk meninggalkan dia.  Membunuh rasa takut dan mengumpulkan puing-puing keberaniannya untuk meninggalkan dia. Menghapus semua rasa ragu yang tersisa. Dan bahkan mencoba membunuh rasa cintanya.

Dia tidak akan memberitahu alasannya kepada myungsoo. Tidak akan pernah. Aku tidak bisa membayangkan seandainya dia tahu penyebab kepergianku. Seandainya dia tahu kalau ibunya yang menyuruhku pergi meninggalkannya karena ibunya sudah mempunyai calon yang lebih pantas untuk bersama myungsoo. Seandainya myungsoo tahu kalau selama ini ibunya berpura-pura menerima dia di depan myungsoo. Tapi kerisauan yang paling besar dalam hatinya, ‘ Apakah myungsoo akan percaya kalau dia menceritakan semuanya kepadanya?’

                Suzy menghela nafas untuk kesekian kalinya. Dia sudah lelah.

‘Dia sudah move on! Pertemuan kami tadi hanya kebetulan’, gumannya menyakinkan diri.

‘Dia pasti membenciku!’ ‘Ya Bae suzy. Dia, Kim myungsoo membencimu! Sangat membencimu!

‘Aku yakin dia sudah move on! Aku yakin! Ya, aku yakin!, dia mengulang kata-kata itu seakan itu doa yang dapat menenangkan hatinya. Walaupun di lubuk hatinya dia tahu, itu semua percuma.

                Suzy terbangun saat matahari pagi mengenai wajahnya. Dia mengerang. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan berteriak ketika dia mencoba bangkit dari lantai kamarnya.

                Dia tidak sampai ke tempat tidurnya tadi malam.

                Sebaliknya, dia menangis tanpa rasa malu, memukul lantai yang tidak bersalah dan mengutuk air mata yang mengalir deras. Rasa sakit di hatinya masih segar dan dia sudah benar-benar rapuh.

                Dia mencoba mengumpulkan kekuatannya untuk bangkit. Mempersiapkan dirinya untuk pergi ke butiknya. Dia berdoa supaya tidak ada lagi drama pilu yang terjadi hari ini. Dia berdoa supaya myungsoo meninggalnya sendiri dalam kedamaian yang dia bangun dia ciptakan sendiri. Dia mencoba meyakinin kalau hari ini akan berjalan mulus seperti hari-hari lainnya. Walaupun di lubuk hatinnya dia tidak yakin.

 ‘You look horrible!’ Kata Fei asistenku saat dia masuk kedalam ruanganku.

‘Thanks’ Jawabku

‘Mau menceritakannya?’ tanyanya

‘Tidak!’

‘Bagus, karena aku tidak ingin mendengarnya’ Jawabanya asal sambil meletakkan tumpukan kertas di di mejaku.

‘Oh ya, seseorang menunggumu di Line 1’ katanya ketika dia hendak meninggalkan ruanganku.

‘Katakan aku sibuk!’

‘Tapi dia memaksa menunggu.’

‘Katakan tinggalkan pesan.’

‘Tadi sudah kucoba, tapi dia tetap memaksa.’ Jawab Fei lagi.

‘Siapa namanya?’ tanyaku ogah-ogahan.

‘Dia hanya bilang L.’ jawab Fei agak bingung.

Suzy langsung terdiam. Hatinya seakan di tusuk.

‘Fine.’ Gumanya disertai helahan nafasnya. Tapi Fei, tolong ambil 2 pil dan air. Aku harus mempersiapkan diriku untuk apapun yang akn terjadi.

‘Sakit kepala?’ Tanya fei sambil mengerutkan keningnya.

‘ You have no idea!’

‘Yeboseyo?’ berharap dia tidak meyadari getaran suaraku.

‘Suzy ah.’ Suaranya sudah cukup membuat rapuh. Menghacurkan semuanya.

‘Myungsoo sshi’

Mereka terdiam. Hening.

‘Myungsoo sshi?’ katanya lagi.

Myungsoo di kamar hotelnya terdiam sambil memegang gagang telepon. Tidak bergerak.  Dia tidak tahu mengapa dia menelepon. Dia sendiri tidak yakin apakah dia masi punya tepat di hati suzy.

‘Hai.’

‘What you want?’ Tanyaku. Kenapa kau tidak membuatnya gampang kepada kita berdua? Gumanku dalam hati.

‘Suzy ah… bisakah kita bertemu?’

‘Buat apa?’

‘Aku ingin melihat dan mendengar suaramu lebih lama lagi.’ Kata myungsoo dalam hati.

‘Suzy ah.. tidak bisakah kau ceritaka alasanmu kenapa kau meninggalkanku?’’Beri aku kesempatan untuk berjuang mempertahankan hubungan kita.’ ‘Apapun alasanmu, aku akan menerimanya dan memaafkanmu tapi tolong kembalilah kepadaku.’

Suzy terdiam.

‘ Apakah kamu benar-benar tidak mencintaiku lagi?’ Tanya myungsoo lagi.

‘Ya!’ kata suzy berusaha tegas.

‘Suzy ah.. aku tidak percaya.. aku tidak percaya ini!!’ teriak myungsoo

‘Myungsoo sshi.. Terimalah kenyataan kalau aku sudah tidak mencintaimu lagi.’ Kata suzy sambil menahan tangisnya.

‘Apakah meninggalkanku membuatmu lebih bahagia?’

‘Ya!’

‘Apakah ini yang kamu inginkan?’

‘Ya!’

‘Suzy ah..’ kaya myungsoo putus asa. ‘Tidak bisakah kau memberikan aku kesempatan untuk bersamamu.’ ‘Toloongg…’

‘Maaf Myungsoo sshi, bagi kamu hanya masa lalu dan aku tidak akan membiarkan masa laluku menghancurkan hidupku yang sempurna!’ Kata suzy berbohong. ‘No, My love. Kamu selalu mempunyai tempat yang special di hatiku.’ Seru suzy dalam hati.

‘Tapi…..’

‘Myungsoo sshi, kenapa kau tidak membuatnya gampang kepada kita berdua?’ ‘Aku sudah tidak mencintaimu dan aku bahagia!’ potong suzy.

‘Baiklah.. Tapi suzy ah,, Maaf karena aku tidak akan berhenti mencintaimu. Di pikiranku, di duniaku, kamu adalah kepunyaku. Kekasihku, Tunanganku. Aku mengingikanmu bahagia. I wish all the best for you, my love. I love you. Bye.’

                Mereka menangis tanpa henti. Mereka hancur. Menyalahkan hati. Menyalahkan takdir. Menyalahkan rasa cinta. Tapi satu hal yang mereka ketahui cinta, kasih saying dan tempat yang special akan selalu ada di hati mereka.

The End.

NA : Wah, akhirnya nulis lagi setelah sekian lama ga nulis.. hehehe.. Hiraukan typo.. LOL.. Maaf kalau ceritanya ga bagus dan ngebosenin. Maaf jg buat yang kecewa dan bingung ama ceritanya.. hehehe.. Tapi kritik dan saran kok. Harap tinggalkan jejak anda setelah membaca..😀

The Encounter

 

Baru nonoton film ini. Satu kata “Awesome”. Film rohani yang benar2 keren.

Di film ini kita di kasih tau betapa berharganya kita bagi Tuhan. He really love us so much. Tuhan Yesus bahkan mau datang kepadamu secara pribadi hanya untuk memintamu kembali kepada-Nya.

Tersentuh banget pas bagian Dia memandangku dengan mata khawatir. Benar-benar menyadarkanku betapa Dia benar-benar mengasihiku.

“Marilah kepadaKu, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28)

Recommended banget…😀

 

Konnichiwa^^

Selamat datang buat orang yang berkelana dan terdampar disini.. hehehe

Sebenarnya ga ada yang spesial2 bgt disini.. cuman berisi hal2  random yang aq  suka.. hahaha

Anggap aja ‘rumah’ sendiri.. Ga dilarang kok tinggalkan jejak setelah mampir.. hehehe

Udah ah.. Selamat membaca..😀

God bless..😉